Ricuh Mahasiswa Politeknik Negeri Medan Tuntut Subsidi Kuota Internet dicairkan

Medan – kolomuntunusa.com : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Medan (Polmed) melakukan aksi menuntut Direktur Kampus menyairkan paket bantuan kuota untuk mendukung PBM sistem daring sebagaimana anjuran Mendikbud selama masa Pandemi Covid-19.

Seruan aksi BEM Polmed tersebut seliweran di sejumlah linimasa pengguna Sosmed di Medan. Diantaranya menuntut transparansi pihak kampus tentang fasilitas PBM di lingkungan kampus yang memang selama ini sangat tidak pada porsinya.

Reaksi keras yang ditunjukkan BEM bermula pada diterbitkannya surat edaran yang dirasa sepihak dan tidak menunjukkkan kewibawaan intitusi pendidikan tinggi tersebut.

Politeknik Negeri Medan (Polmed) secara resmi mengeluarkan surat edaran bernomor B/402/PL5/PK.01/2020 tentang upaya kampus memutus matarantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Kampus POlmed itu.

Sayangnya, surat edaran malah berisi penghentian kegiatan secara sepihak tanpa memperhitungkan aspek sosial dan ekonominya. Lebih parah lagi proses belajar mengajar (PBM) sistem daring yang merupakan himbauan Menteri Pendidikan juga dihentikan.

“Kita sudah mengonfirmasi beberapa kampus sejenis Polmed di Indonesia. Hasilnya memang bantuan sarana PBM berupa kuota internet memang dibagikan kepada mahasiswa untuk mendukung sistem daring tersebut,” demikian salahseorang pengurus BEM Polmed kepada kolomnusa.com Rabu (15/4).

Lalu kenyataan yang terjadi, lanjutnya, bukan fasilitas bantuan itu yang didapat, melainkan seluruh kegiatan di kampus malah dihentikan sepihak. Seolah kita yang sudah melakukan PBM sistem daring sejak 17 maret hingga saat ini dianggap tidak ada samasekali.

Ricuh Mahasiswa Politeknik Negeri Medan Tuntut Subsidi Kuota 7

 

MKFMNI Kota Medan Tunjukkan Reaksi Keras

Banyak sekali terjadi aksi ambil kesempatan dalam suasana kesempitan saat ini. Direktur Polmed ini contohnya.

“seharusnya selaku orang nomor satu yang bergerak di dunia pendidikan di kampus itu, menunjukkan perilaku yang baik, yang menjadi tauladan bagi pendidikan karakter. Bukannya malah bertindak seperti agen yang hanya menghitung angka keuntungan,” kata Mohd. Jais Sekretaris Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKFMNI) Kota Medan kepada kolomnusa.com.

Kita prihatin mengenai kondisi yang ada, namun penanganan yang keliru bisa berdampak malah menimbulkan masalah baru. Seperti kasus penerbitan surat edaran yang menghentikan sepihak kegiatan PBM daring. Sementara apapun kondisinya, belajar menjadi kegiatan yang sangat penting, apalagi himbauan Mendikbud juga dibarengai dengan fasilitas bantuan.

“Apakah Direktur Polmed tidak tunduk kepada lembaga pembina di atasnya? Atau sejumlah paket bantuan yang telah dicanangkan berupa kuota internet memang tidak diperuntukkan bagi mahasiswa? Atau ada rencana lain pihak pengelola kampus?” tegas Jais.

#BerikanSubsidiKuotaInternetKami

#BeriKeringananUKT

#TolongPikirkanNasibMahasiswa

#PoliteknikNegeriMedan

One thought on “Ricuh Mahasiswa Politeknik Negeri Medan Tuntut Subsidi Kuota Internet dicairkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *