Pemko Medan Pilihkasih Dalam Pendataan Penerima Bantuan Stimulus Ekonomi

Medan – kolomnusa.com : Pemerintah kota Medan (Pemko Medan) sebaiknya transparan dalam melakukan penanganan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Sejumlah kebijakan pemerintah mengenai insentif ekonomi yang diharapkan masyarakat hendaknya disikapi dengan bijak dan profesional dalam penanganannya.

Hal tersebut berkaitan dengan pendataan dan pengajuan bagi calon penerima bantuan program perlindungan sosial dan stimulus ekonomi yang dicanangkan sesuai kebijakan Pemerintah dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19.

“Penanganannya di kota Medan ini tergolong lucu. Pendataan yang dilakukan seperti sembunyi-sembunyi, tertutup dan tidak informatif. Ada kesan Pemko Medan melalui aparat dan jajarannya ke bawah memanfaatkan situasi ini dengan kepentingan tertentu,” demikian Ketua Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKFMNI) Kota Medan, Khairuddin Nst. SS. kepada kolomnusa.com Senin (6/4).

Beberapa yang terpantau, kata Khairuddin, menunjukkan aparat kelurahan dan lingkungan samasekali tidak menunjukkan porsi yang benar dalam pendataan. terkesan sembunyi-sembunyi, tertutup dan menyasar kepada pihak-pihak tertentu saja.

“Ini namanya menangguk di air keruh, pendataan hanya berdasarkan kepentingan aparat. Sudah jelas ini penyalahgunaan kekuasaan dan mengandung tindak pidana,” tegasnya.

Khairuddin menyebut, kita juga secara estafet tetap melakukan pemantauan terhadap proses pengucuran bantuan program pemerintah tersebut. Seperti yang terjadi di Linkungan I Kelurahan Harjosari I, kec Medan Amplas. Sukirmanto selaku kepala lingkungan I, tidak transparan dalam proses pendataan.

“Seperti yang dilakukan oknum Kepling tersebut, menyebabkan sejumlah warga di kawasan Lingkungan I, Harjosari I Kec Medan Amplas kecewa. Seharusnya bantuan dapat meringankan beban warga atas dampak pandemi global ini, malah dijadikan ajang kepentingan semata,” beber Khairuddin.

Menyikapi persoalan yang ada, lanjutnya, MKFMNI sebagai lembaga masyarakat yang bermaterikan warga akarrumput dalam waktu dekat akan menyurati Pemko Medan atas ketidakterbukaannya dalam penanganan dampak sosial akibat pandemi global Covid-19 ini.

“KIta akan surati Pemko Medan, selanjutnya berikut bukti-bukti yang ada akan melakukan tembusannya ke Presiden langsung selaku pembina MKFMNI tingkat pusat,” demikian Khairuddin Nst.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *