Galang Stabilitas Kawasan. MKFMNI Sumut : Bersama TNI Polri Bela Negara, MKFMNI Aceh : Stop Provokasi Umat Beragama

Medan – kolomnusa.com : Polemik antara pendukung Ustad Rizieq Shihab yang populer dipanggil HRS (Habib Rizieq Shihab) dengan artis Nikita Mirzani kian melebar kemana-mana. Dalam satu tausiahnya pada Maulid Nabi bahkan HRS menyinggung pemerintah dan akan melawan bila agama disingkirkan dalam pengelolaan negara.

Jelas saja hal ini mengundang reaksi keras pro dan kontra di  masyarakat luas. Bahkan beberapa ormas juga telah mengumumkan sikapnya atas pernyataan HRS yang telah ramai dibincangkan di linimasa jagad sosial media tanahair.

“Tidak ada jalan lain bagi MKFMNI Sumut, akan tetap mendorong stabilitas keamanan dan ketertiban umum sebagai wujud bela negara warga masyarakat terhadap keutuhan NKRI. Serta bekerjasama dengan TNI maupun Polri atas ancaman-ancaman yang dilakukan demi merusak stabilitas keamanan,”.

Demikian kata Khairuddin Nasution, SS. Ketua Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKFMNI) Sumut kepada kolomnusa.com di sela-sela persiapan pelantikan Kader MKFMNI Sumut dan Aceh di Sekretariat Pimnas Jl. AR. Hakim Medan, Minggu (15/11).

“Saat ini sangat banyak provokasi-provokasi yang muncul dengan membawa-bawa jargon agamis yang tujuannya membuat gaduh. Kita tegaskan akan berdiri pada posisi kepentingan nasional serta menegakkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, menjadi penyejuk dan pelindung sekalian alam,” katanya.

Khairuddin juga mengatakan siap bekerjasama dengan TNI dan Polri dalam rangka mewujudkan ketertiban dan keamanan karena terpanggil dalam corsa bela negara demi mengamankan program nasional mewujudkan Rakyat Indonesia Maju.

MKFMNI Aceh kongkritkan Ahlakul Kharimah

Senada dengan itu, Drs. Ridwan Hasan Ketua MKFMNI Aceh yang juga berada di tengah-tengah kader MKFMNI di Sumut menyampaikan hal sama terhadap situasi terkini bangsa Indonesia.

Menurut Ridwan, kondisi NKRI saat ini dalam keadaan baik-baik saja meskipun tengah berjuang keluar dari permasalahan pandemi Covid-19 yang tengah mewabah.

“Energi bangsa ini terlalu banyak terbuang sia-sia, padahal banyak solusi yang mesti dikerjakan dalam rangka memperbaiki tatanan sosial dan ekonomi di masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan,” kata Ridwan Hasan kepada kolomnusa.com.

Ridwan menambahkan bahwa kehidupan beragama di Indonesia berjalan baik. Bahkan Provinsi Aceh melekat dengan Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Jangan dibenturkan kepada pihak atau lembaga-lembaga yang ada untuk tujuan-tujuan tersembunyi. Apalagi ada motiv kekuasaan di dalamnya.

“Masyarakat Aceh sangat cinta kepada NKRI. Selanjutnya MKFMNI mendorongnya dengan hal-hal yang nyata seperti program pendidikan, lingkungan dan kebudayaan yang kesemuanya contoh konkrit penerapan akhlakul karimah di masyarakat,” terang Ridwan Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *