ACEH BUTUH SOSOK KEPEMIMPINAN VISIONER UNTUK MEMBANGUN SDM UNGGUL

oleh : Drs. Ridwan Hasan

MEDAN | kolomnusa.com :

Salah satu Misi dan Program Prioritas Presiden Joko Widodo adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk membangun bangsa.  Posisi Indonesia yang tengah berada di puncak bonus demografi, merupakan tantangan sekaligus sebuah harapan
besar, hal ini akan menjadi masalah besar jika tidak mampu menyediakan lapangan kerja. “Tapi akan menjadi kesempatan besar jika mampu membangun SDM yang unggul”.

Untuk menyikapi dan mengimplementasikan misi presiden tersebut, dimana Aceh yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, maka mutlak dibutuhkan SDM berkualitas untuk mengelola, mengolah dan mamanfaatkan SDA untuk kemakmuran masyarakat seluas-luasnya, dengan demikian Aceh ke depan dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasikan juga mempersatukan berbagai elemen dan kelompok masyarakat, mensosialisasikan, serta mengimplementasikan pemikiran- pemikiran ideal baik yang muncul dari dirinya ataupun hasil interaksi sosial masyarakat.

ACEH BUTUH SOSOK KEPEMIMPINAN VISIONER2

MKFMNI Aceh sebagai lembaga yang bergerak di bidang Kesejehteraan Sosial dengan program prioritas antara lain di bidang pendidikan akhlak, wawasan kebangsaan & revolusi mental serta restorasi sosial, kebudayaan dan Lingkungan.

Dari problematikan tersebut, maka MKFMNI yang juga mitra kerja pemerintah hal ini menjadi PR besar untuk ikut serta berperan aktif mencari solusi menyiapkan kader-kader militan, berakhlak, profesional dan tangguh dalam menghadapi tantangan era digital atau era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimasa yang akan datang.

Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin visioner mampu menciptakan visi dan tujuan yang jelas yaitu kemampuan memprediksi berbagai kemungkinan di masa depan melalui data-data dan juga inner-sense (prediksi bukan hanya berdasarkan logika dan rasio dari berbagai data tetapi juga memiliki “intuisi” yang menuntut kepada keputusan yang cepat dalam kondisi tertentu).

Dengan ini pemimpin dapat mendeteksi arah perubahan di masa datang dan juga berbagai peluang yang tersembunyi sekaligus meminimalkan resiko yang akan muncul, yang juga mampu menggambarkan pikiran yang melampaui realitas saat ini, menciptakan gambaran dengan kondisi yang belum pernah dan yang akan dicapai di masa mendatang.

Seorang pemimpin visioner harus memiliki wawasan ke depan, berani bertindak dalam meraih tujuan, mampu merumuskan visi yang jelas, mampu mengubah visi ke dalam aksi, berpegang erat kepada nilai-niliai spiritual, membangun hubungan (relationship) secara efektif serta innovative dan proaktif.

MKFMNI Aceh juga menggaris-bawahi bahwa untuk memiliki kemampuan ini tentu saja didapatkan melalui berbagai proses pembelajaran dan juga pengalaman, baik itu secara “pendidikan formal khususnya” maupun pendidikan informal, “Good Is Not Enough, When Better Is Expected” (kebaikan saja tidak cukup, ketika diharapkan lebih baik), mari kita berlomba dan bekerja maksimal menuju kesana ….. !!!!!

Drs. Ridwan Hasan adalah aktivis sekaligus Ketua Majelis
Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKFMNI) Provinsi Aceh

Total Page Visits: 275 - Today Page Visits: 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *