Nasib Dosen Honorer Polmed Terkatung-katung, FMAA MNI Sumut : Pendidikan Tinggi Dengan Manajemen Rendahan

MEDAN | kolomnusa.com : Nasib Ratusan dosen honorer di Kampus Politeknik Negeri Medan (Polmed) masih terkatung-katung. Pasalnya pemberhentian PMB sepihak yang diterapkan tidak mengakomodir upah dosen honorer dan tunjangan normatif.

Sejak diterbitkannya surat edaran bernomor B/402/PL5/PK.01/2020 tentang upaya kampus memutus matarantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Kampus Polmed itu, ratusan dosen honorer nasibnya dipertanyakan.

“Padahal sebelumnya Proses Mengajar & Belajar (PMB) melalui sistem daring telah dilakukan semasa pandemi Covid-19 merebak. Sudah berlangsung hingga sebulan. Sementara fasilitas paket internet yang seharusnya dicairkan untuk para dosen, malah dianggap kita staff pengajar tidak melakukan kegiatan PMB samasekali,” demikian ujar salahseorang dosen honorer kepada kolomnusa.com.

Jangankan paket internet, lanjut dosen tersebut, bahkan hingga kini upah para dosen honorer juga tidak dicairkan. Apalagi situasi kota Medan sudah tidak memungkinkan lagi mencari nafkah di luar ruangan. Kondisi semakin menjepit.

“Ini memasuki bulan Ramadhan, harapan kita para dosen honorer adalah adanya bantuan dari pemko Medan untuk segera disalurkan kepada kami,” ujar dosen honorer di Polmed tersebut.

Berdasarkan investigasi kolomnusa.com di kampus Polmed itu, tak kurang dari 200 Dosen Honorer telah mengabdi sebagai staff pengajar. Jumlah tersebut lebih besar 3 kalinya dibanding dosen tetap yang berstatus Pegawai Negeri Sipil.

Jumlah besar dosen honorer dikarenakan kurangnya tenaga staff pengajar di kampus itu. Dengan ratio 1:3, artinya 1 dosen tetap berstatus PNS memiliki 3 asisten dosen yang terdiri dari dosen honorer, dengan upah variasi yang diterapkan mulai Rp 35 ribu – Rp 40 ribu untuk mengajar per jam.

“Bukan berarti kami bisa mengambil banyak jam mengajar, dosen tetap di samping gaji PNS, uang tunjangan, mereka juga mendominasi jam mengajar di kampus dengan honor mengajar bisa mencapai 60 jam dalam sebulan. Sementara kita per bulannya hanya bisa menerima honor untuk 9-12 jam per bulan,” demikian salah seorang dosen honorer kepada kolomnusa.com.

Dengan honor yang kita terima, lanjut dosen tersebut, dari 12 jam kita mengajar sebulan hanya mencapai Rp 480 ribu yang kita dapatkan gaji per bulannya.

FMAA MNI

Pendidikan Tinggi Dengan Manajemen Rendahan

Sementara itu di tempat terpisah, Forum Mahasiswa Adikari Adinata (FMAA) Masyarakat Nusantara Indonesia (MNI) yang ditemui kolomnusa.com menunjukkan reaksi yang keras.

Ketua FMAA MNI Sumut, M. Yogi menyebut tindakan sepihak Polmed bisa jadi mencoreng wajah pendidikan di Sumatera Utara. Pendidikan tinggi layaknya Universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya harusnya menunjukkan wajah profesionalisme atas pendidikan di tanah air.

“Ini Lembaga Pendidikan Tinggi dengan manajemen rendahan. Kenapa bisa terjadi pengelolaan pendidikan tinggi yang mencetak sarjana dilakukan seperti pengelolaan pendidikan usia dini (PAUD). Tentu ini ada apa-apanya,” demikian M. Yogi Ketua FMAA MNI Sumut.

Staff pengajar, lanjutnya, apakah dia dosen tetap atau honorer tetap saja mereka memiliki tanggungjawab moral dan profesionalisme dalam hal mendidik peserta didik menjadi bibit bangsa yang unggul. Keadaan mengenai hak normatif yang tidak pada tempatnya menyebabkan proses PMB menjadi pincang.

“Apakah kampus Polmed dengan uang SPP yang besar itu tidak sanggup menyediakan atau membayar upah dosen honorer? Atau dukungan dari APBD Sumut yang diumumkan Gubernur Edy Rahmayadi sejumlah Rp. 250 Milyar setahun untuk honorer tidak menjangkau honorer pada perguruan tinggi?” gugat M. Yogi.

Pendidikan Tinggi berfungsi:

A. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa;
B.Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan
C. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

#PoliteknikNegeriMedan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *